Sejarah mencatat
Pendidikan Indonesia pernah memiliki momentum kebangkitan dan kemajuan pada
masa penjajahan. Kondisi kolonialisme yang mengharuskan bangsa kita terikat
oleh bangsa asing, membuat rakyat Indonesia menjadi terbelakang. Lahir dari
kondisi tersebut, muncullah tokoh perjuangan RM, Suwardi Suryaningrat atau yang
kita kenal sebagai pahlawan bangsa yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau ingin
menciptakan manusia sebagai insan pencipta, pengabdi kepada masyarakat, dan
menjadikan rakyat Indonesia sebagai manusia yang merdeka secara intelektual. Konsep
tersebut diwujudkan oleh beliau dengan perjuangan Pendidikan yaitu mendirikan
Taman Siswa sebagai wujud perjuangan hak pendidikan bagi rakyat Indonesia. Tujuan
pendidikan di Indonesia tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada
alinea ke-4 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan berpikir secara
individu maupun sosial dapat diperoleh dengan jalan pendidikan. Tetapi, apakah
pendidikan di Indonesia saat ini sudah dapat menggambarkan tujuan serta
konsepsi pendidikan oleh Pendiri bangsa ini? Hinga saat ini pendidikan kita
masih belum bisa mewujudkan hal itu semua. Melihat sejarah pendidikan pada
zaman kolonialisme, menunjukkan kondisi pendidikan yang belum adil bagi
masyarakat indonesia. Tujuan pendidikan indonesia pada pembukaan Undang-Undang
tahun 1945, mengharuskan Pendidikan memiliki suatu kualitas pendidikan yang
baik agar menghasilkan sumberdaya yang baik. Jadi, terdapat dua permasalahan
yaitu pendidikan yang berkeadilan dan pendidikan yang berkualitas.
Sumber : beritaplatmerah.com
Pendidikan
yang layak adalah hak bagi setiap Warga Negara Indonesia. Namun, belum semua
warga negara Indonesia dapat merasakan pendidikan yang layak. Kesenjangan
sosial yang terjadi pada masyarakat Indonesia berdampak pula terhadap kualitas
pendidikan. Perbedaan kualitas pendidikan antar daerah di Indonesia masih
berlangsung hingga saat ini. Sekolah-sekolah yang berada di daerah Ibu kota dan
sekitarnya memiliki berbagai fasilitas infrastruktur seperti ruang kelas, meja
belajar, buku-buku dan peralatan sekolah lainya yang memadai. Hal ini akan
berbeda ketika kita melihat keadaan sekolah yang berada jauh dari Ibu Kota
Jakarta seperti Irian jaya, maluku, dan Nusa Tenggara. Untuk menuju sekolah,
para siswa-siswi harus berjalan ribuan meter ditambah medan alam yang
merintangi mereka. Kondisi topografi pada daerah tersebut membuat para siswa
harus pergi pagi sekali melewati perbukitan, hutan, dan daerah alam lainnya.
Kondisi yang jauh berbeda dirasakan oleh siswa-siswi yang berada di daerah
perkotaan. Fasilitas kendaraan, jalan, dan layanan transportasi publik lainnya
memungkinkan siswa-siswi dapat sampai ke sekolah dengan nyaman. Hal ini akan
berdampak besar terhadap out put pendidikan diantara kedua daerah.
Apakah keadaan seperti ini dapat kita katakan sebagai suatu keadilan? Jelas
pendidikan di Indonesia belum memberikan
keadilan intelektual terhadap warga negara indonesia.
Pendidikan
yang mahal hingga saat ini masih dirasakan oleh sebagaian besar masyarakat
indonesia. Hal ini dapat dirasakan ketika seorang pelajar akan memasuki jenjang
perguruan tinggi. Biaya kuliah yang dirasa mahal oleh masyarakat masih menjadi
hambatan jenjang pendidikan di Negeri ini. Biaya pendidikan di Perguruan Tinggi
masih belum menjangkau sebagian masyarakat khusunya masyarakat menengah ke
bawah. Dengan keadaan seperti ini, otomatis jenjang pendidikan bagi masyarakat
bawah hanya sampai pada Sekolah Menengah. Layanan pendidikan hingga tingkat
paling tinggi hanya dirasakan oleh sebagian kalangan saja. Hal tersebut semakin
memperjelas dan memperburuk fenomena kesenjangan sosial bagi masyarakat
khusunya bidang pendidikan.
Kesenjangan pendidikan
yang terjadi akan berdampak pada kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Fakta membuktikan
bahwa kualitas sumberdaya Indonesia masih berada di tingkat yang rendah. Survei
lembaga United Nations for Development Programme (UNDP) pada 2004 tentang
kualitas manusia secara serentak di seluruh dunia yang berjudul Human
Development Report 2004, menempatkan Indonesia pada posisi ke-111 dari 177
negara. Rendahnya kualitas sumberdaya manusia tidak hanya dipengaruhi oleh
belum meratanya pendidikan, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pendidikan. Kualitas
pendidikan di Indonesia hingga saat ini masih berada pada kualitas yang rendah.
Kualitas pendidikan Indonesia masih berada jauh jika dibandingkan dengan negara
Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Menurut hasil
survei World Competitiveness Year Book pada tahun 1997-2007, menunjukkan
dari 47 negara yang disurvei, pada tahun 1997, kualitas Pendidikan di Indonesia
berada di urutan ke-39, pada tahun 1999, Indonesia berada di urutan ke-46.
Tahun 2002, dari 49 negara yang disurvei, Indonesia berda di urutan 47, dan
pada tahun 2007, dari 55 negara yang disurvei, Indonesia berada di urutan
ke-53. Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Pisa (Programme for
International Study Assessment) pada tahun 2013, sebuah lembaga Organisasi
Ekonomi dan Kerja Sama Eropa, OECD, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan
Sisem Pendidikan terendah yiatu peringkat 64 dari 65 negara.
Dua permasalahan
tersebut yakni pendidikan berkeadilan dan berkualitas masih menjadi tugas kita
selaku Bangsa Indonesia. Pendidikan yang belum dinikmati oleh seluruh rakyat
Indonesia menunjukkan belum berkeadilannya pendidikan. Pendidikan masih belum
dinikmati oleh sebagian rakyat, baik itu akses pendidikan, fasilitas seperti
sekolah yang layak, dan layanan lainnya yang dapat menunjang pembelajaran. Lalu
kualitas pendidikan di Indonesia yang masih pada kualitas yang rendah jika
dibandingkan dengan negara lain. Dampak rendahnya kualitas pendidikan
diantaranya adalah kualitas sumberdaya manusia. Bangsa ini tidak bisa tinggal
diam melihat rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Perkembangan zaman yang
semakin maju dan persaingan dunia global mengharuskan Negara Indonesia memiliki
sumberdaya manusia yang memadai. Pada tahun ini, kita telah memasuki era
persaingan global Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Jika kita masih belum bisa
bersaing dengan masyarakat internasional, maka bangsa kita akan semakin
terdesak tergerus pesatnya zaman. Melimpahnya sumberdaya alam dan potensi yang
dimiliki oleh Indonesia, semoga dapat teroptimalkan melalui perbaikan pada
bidang pendidikan yang berkeadilan dan berkualitas. Semoga pada momentum Hari
Pendidikan Nasional saat ini, dapat meningkatkan semangat Bangsa Indonesia dan
seluruh elemen baik itu Pemerintah, Mahasiswa, Pelajar, dan juga seluruh
masyarakat untuk segera mengadakan perbaikan Pendidikan menuju kehidupan Bangsa
Indonesia yang cerdas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar