Raden Ajeng Kartini, lahir 21 April
1879, tampil sebagai sosok wanita yang berani menentang sistem yang terjadi
pada saat itu. Lahir di kalangan Boepati tidak membuat R.A. Kartini melakukan
hal yang menguntungkan bagi kaum kolonial seperti pada umumnya. Karena
kedudukannya sebagai kalangan pejabat, membuat R.A. Kartini bisa dengan mudah
mendapatkan pendidikan yang layak bagi kaum pribumi. Lingkungan Jepara membuat
R.A. Kartini tumbuh sejalan sesuai dengan pergerakan kaum muda.
Ahmad Mansyur Suryanegara, dalam Api
Sejarah, menilai R.A. Kartini sebagai tokoh wanita yang menentang
imperialisme dan kapitalisme. Dari suratnya yang dikenal Habis Gelap
Terbitlah Terang, R.A. Kartini tidak hanya menentang adat, tetapi beliau
juga menentang politik westernisasi dan kristenisasi. Kebijakan-kebijakan kolonialisme,
membuat rakyat saat ini terbelenggu oleh kebodohan, kesewenang-wenangan, dan
ketidakadilan.
Suratnya yang terkenal, Habis
Gelap Terbitlah Terang, merupakan inspirasi dari apa yang disebutkan di Al
Quran sebagai minaddhzulumaati ilannuur, dari kegelapan menuju cahaya.
Kekagumannya terhadap Al Quran dituturkan oleh R.A. Kartini kepada E.C.
Abendanon, “alangkah bebalnya, bodohnya kami, kami tiada melihat, tiada tahu,
bahwa sepanjang hidup ada gunung kekayaan (Al Quran) di samping kami”, 15
Agustus 1902. Pendidikan yang diberikan oleh bangsa barat, membuatnya melupakan
Al Quran. Kejuangan yang dilakukan oleh R.A. Kartini sangat diilhami oleh Al
Quran.
Sumber: Omegasoft.co,id
Apa yang telah dituturkan oleh R.A.
Kartini patutnya menjadi teladan bagi wanita-wanita muda Indonesia saat ini.
Wanita bukanlah suatu objek keindahan yang dijadikan alat-alat komersil dengan
mengeksplor keindahan wanita. Indahnya wanita seharusnya ditonjolkan dalam
suatu kehormatan, menjaga harga diri, bukan dalam keterbukaan wanita yang saat
ini sedang gencarnya disuarakan. Dengan berlandaskan sikap dan pemikiran yang religius,
sosok wanita harus mampu tampil dalam memperjuangkan hak-hak kebenaran.
Seperti yang telah diperjuangkan oleh
R.A. Kartini yaitu pendidikan, pendidikan adalah jalan bagi wanita untuk
mencapai derajat kehormatan yang tinggi. Sosok wanita yang cerdas, intelektual,
kritis lagi anggun dan manis, merupakan suatu sisi keindahan wanita. Pendidikan
yang baik diperlukan oleh setiap wanita, karena wanita merupakan pendidik
pertama di dalam sistem pendidikan. Lingkungan pendidikan yang paling pertama
adalah keluarga, siapa lagi yang akan menjadi sosok pendidik pertama bagi
anak-anak selain sosok ibu. Dapat tergambarkan, jika sesosok wanita yang mampu
tampil sebagai pendidik yang baik bagi anak-anaknya, maka akan menghasilkan
manusia-manusia yang berkualitas. Manusia yang memiliki kecerdasan akademik,
sikap, moral dan memiliki budi pekerti luhur. Manusia yang seperti itulah yang
saat ini dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia untuk menjawab tantangan zaman
kedepannya.
Wanita-wanita muda Indonesia,
tampillah sebagai kartini-kartini muda saat ini yang mampu hadir menjawab
tantangan zaman saat ini. Yaitu sosok wanita yang religius, cerdas, kritis, dan
juga anggun. Apa yang telah dituturkan oleh R.A. Kartini, semoga dapat
menginspirasi wanita-wanita muda Indonesia dan mampu membawa wanita dari
kegelapan, menuju cahaya yang terang.
