TUGAS
MATA KULIAH BIOLOGI
Saprolegnia sp
SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT PADA IKAN AIR TAWAR
Fitradi
Perdana Lubis H1G014006
Triyantoro H1G014012
Kukut
kisyasefa H1G014016
Haning
Ginita Sari H1G014026
Taufiq
Ahmad Romdoni H1G014034
Alvariesta
Mahardhika H1G014036
Ayesha
HafizhGunara H1G014044
Muhammad
Reza D H1G014049
Manajemen
Sumberdaya Perairan
Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas
Jenderal Soedirman
Purwokerto
2014
ABSTRAK
Saprolegnia sp merupakan Protista mirip jamur yang hidup di
air tawar.Saprolegnia sp memiliki pengaruh
terhadap ikan air tawar. Makanan dari Jamur Saprolegnia
sp adalah jaringan organ yang sudah mati. Saprolegnia sp dapat menyerang jaringan ikan yang telah mati seperti
luka pada ikan. Sehingga Saprolegnia sp dapat
menyebabkan penyakit infeksi pada ikan air tawar. Saprolegnia sp menyebabkan gangguan pada telur ikan. Saprolegnia sp menembus chorion telur ikan
dalam bentuk spora dan menyerap nutrisi pada telur ikan. Spora tersebut tumbuh dan
berkembang dan menyebabkan terganggunya proses respirasi.
Kata kunci :Saprolegniasp , penyakit, telurikan
PENDAHULUAN
Protista merupakan kingdom yang mempunyai 3
filum yaitu Protista mirip tumbuhan, mirip hewan dan mirip jamur. Protista ada
yang hidup di air tawardan air laut. Protista yang hidup di air tawar memiliki pengaruh
terhadap ikan air tawar. Salah satunya ialah pengaruh yang merugikan bagi ikan
air tawar yang menyebabkan penyakit. Penyakit merupakan salah satu faktor kendala
dalam kegiatan budidaya yang disebabkan oleh ketidakseimbangan interaksi antara
faktor lingkungan, inang, dan agen penyakit.
Faktor lingkungan dapat berperan sebagai pemicu terjadinya stress bagiinangakibatperubahanfisik, kimia, danbiologis lingkungan tersebut sehingga
daya tahan tubuh menurun dan menja direntan terhadap serangan penyakit Secara umum
penyakit ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu penyakit infeksiusdan non
infeksius. Penyakit infeksius terdiri
dari penyakit yang disebabkan oleh parasit, jamur,
bakteri dan virus. Penyakit
non-infeksius disebabkan oleh lingkungan, makanan dan genetis. Salah satu penyakit
yang berbahaya bagi kegiatan budidaya adalah jamur Protista.
Gejala yang dapat dilihat secara klinis adalah adanya benang
halus menyerupai kapas yang menempel pada telur atau luka pada bagian eksternal
ikan. Selain itu, perubahan warna sirip dan tubuh ikan menjadi merah. Jamur tersebut
dengan cepat menular kepada ikan lain yang berada dalam satu kolam. Sehingga penyebarannya
semakin cepat dan berpotensi kerugian yang cukup besar bagi pembudidaya
Tujuan
Mengetahui pengaruh Protista Jamur saprolegnia sp terhadap ikan air tawar
PEMBAHASAN
SaprolegniaSp
Jamur Saprolegnia sp. adalah jamur air
tawar yang hidup di lingkungan air tawar dan memerlukan air untuk tumbuh dan bereproduksi.
Jamur Saprolegnia sp dapat juga ditemukan di air payau dan
air asin. Sementara itu Saprolegnia sp. juga digambarkan
sebagai "mold", dengan perbedaan bahwa menjadi
"mold" adalah massa jamurnya. Makanan favorit dari jamur Saprolegnia sp adalah
jaringan organik yang sudah mati. Kita dapat melihat bukti dari jamur
saprolegnia pada ikan yang mati, telur ikan yang hidup dan yang mati bahkan pada
makanan yang tersisa di air. Secara khusus kita melihat telur koi yang
terinfeksi pertama-tama dengan jamur selanjutnya menyebar untuk membunuh telur
yang subur. Telur-telur yang terinfeksi memiliki penutup seperti kapas berbenang
halus. Jamur Saprolegnia sp juga suka makan pada jaringan
yang terbuka dan busuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti borok.
Klasifikasi
kalsifikasi jamur Saprolegnia sp Menurut
Srikandi Fardiaz (1992), selengkapnya adalah sebagai berikut :
Kingdom
: Protista
Filum
: Heterkonta
Kelas : Phycomycetes
Subklas : Oomycetes
Bangsa : Saprolegniales
Suku : Saprolegniaceae
Marga : Saprolegnia
Jenis : Saprolegnia sp.
Termasuk kedalam spesies
jamur Saprolegnia spp adalah ; Saprolegnia
australis, Saprolegnia ferax, Saprolegnia declina, Saprolegnia
longicaulis, Saprolegnia mixta, Saprolegnia parasitica, Saprolegnia
sporongium, Saprolegnia variabilis.Jamur Saprolegnia sp. termasuk kedalam Klas Phycomycetes (klas Oomycetes), disebut juga dengan
jamur ganggang sebab sifatnya mirip dengan ganggang hanya tidak mengandung
clorofil. Disusun oleh benang-benang hyfa yang tidak mempunyai
sekat pemisah (septa), tetapi bercabang banyak menjadi misellium.
Morfologi
Di air, jamur Saprolegnia terlihat seperti kapas,
namun jika tidak di air akan terlihat sebagai kotoran kesat. Jamur Saprolegnia sp memiliki warna putih ataupun
abu – abu. Warna abu – abu juga bisa mengindikasikan adanya bakteri yang tumbuh
bersama – sama dengan struktur jamur Saprolegnia
sp tersebut. Selama beberapa saat, jamur Saprolegnia sp bisa berubah warna menjadi coklat atau hijau ketika pertikel
– partikel di air (seperti alga) melekat ke filament.
Habitat
Jamur Saprolegnia sp juga
diistilahkan dengan jamur "air dingin" karena menyebar di air dingin,
namun ia bisa hidup secara baik di air dengan suhu dari 37°F hingga 91°F (3
sampai 31°C) Pertumbuhan jamur Saprolegnia sp pada tubuh ikan/telur
atau substrat yang cocok dipengaruhi oleh suhu air. Sebagian besar saprolegniaceae
mampu berkembang ( minimum ) pada suhu air antara 0 – 5 °C,
tumbuh sedang pada 5 - 15°C, pertumbuhan optimum pada 15 – 30 °C, dan menurun pada
suhu 28 - 35 °C. Walaupun sebagian besar ditemukan di air tawar, namun jamur ini
juga toleran dengan air payau sehingga ditemukan juga hidup di air payau. Jamur
famili Saprolegniaceae hidup di air tawar dan air asin, umumnya saprofit,
menyerang insang ikan dan selanjutnya tumbuh pada jaringan setelah beberapa
lama. Di dalam air beberapa bagian dari ordo ini sering disebut
water mold, yang biasa hidup di tempat tersembunyi dari daging, albumin telur atau
bebas di air. Jamur cenderung memerlukan lingkungan asam dan melakukan aktifitas
metabolisme (respirasi dan sekresi asam organik). Sebagian besar jamur
adalah mesophilik yaitu tumbuh padasuhu 50 – 400 C, beberapa psikrophilik
yaitu tumbuh di bawah 50 C dan lainnya thermo toleran dan dapat tumbuh di
atas 500 C.
Reproduksi
Reproduksi
jamur dapat berlangsung secara sexual dan asexual. Reproduksi sexual dapat berlangsung
melalui: zygospora, oospora, ascospora atau basidiospora. Reproduksi sexual
berlangsung melalui penggabungan inti dari dua sel (antheridium + antheridial)
untuk menghasilkan oogonium atau bakal jamur. Reproduksi asexual (somatic
vegetatif) dapat berlangsung melalui dua proses yaitu sporulasi dan mycelia
terpotong. Dari kedua proses tersebut, reproduksi melalui proses sporulasi umumnya
lebih produktif. Hampir sebagian besar jenis jamur akuatik mampu memproduksi
spora (zoospora) berflagel dan dapat berenang bebas sehingga sangat efektif untuk
penyebarannya. Spora dari jamurparasitik (obligat atau fakultatif) merupakan
unit penginfeksi primer, resisten terhadap panas, kekeringan, dan desinfektan serta
mampu melawan mekanisme pertahanan tubuh inang. Jamur Saprolegnia sp memiliki
siklus kehidupan diploid, baik dengan reproduksi seksual maupun aseksual, spora
dari Saprolegnia sp akan melepaskan zoospore
utama. Dalam beberapa menit, zoospore ini akan melakukan encyst,
berkecambah, dan melepaskan zoospore lainnya. Zoospora yang kedua ini memiliki
siklus yang lebih lama selama dispersal terjadi; Saprolegnia sp akan
terus melakukan encyst dan melepaskan spora-spora baru didalam proses yang
disebut dengan polyplanetism sampai bisa menemukan substrat yang cocok. Ketika
media ditemukan tepat, maka rambut-rambut yang menutupi spora akan mengunci
kedalam substrat tersebut sehingga fase reproduksi seksualnya dapat dimulai.
Didalam tahap polyplanetisme juga terjadi bahwa Saprolegnia sp dapat
menyebabkan infeksi; sebagian besar spesies pathogenic memiliki kait-kait yang
sangat kecil pada ujung
Rambutnya untuk mendukung kemampuan infeksinya. Ketika
sudah terlekatkan secara kuat, maka reproduksi seksual dimulai dimana jantan
dan betinanya mengeluarkan gametangium, antheridia dan oogonium. Penyatuan
dilakukan melalui tabung fertilisasi. Zygote yang dihasilkan disebut dengan
oospora
InfeksiSaprolegniaSpPadaIkan
Saprolegnia sp akan menyerang kulit telur ikan dengan adhesi
dan penetrasi. Sporaini kemudi anakan menembus chorion telur, lalu berkembang dan
melakukan reproduksi dengan cara menyerap nutrisi yang terkandung di dalam telur.
Spora tumbuh dan berkembang membentuk hifa jamur yang menyebabkan terganggunya
proses respirasi. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Tang (1999), bahwa perkembangan
jamur Saprolegnia sp. Terjadi karena adanya
lapisan minyak yang terdapat pada telur, dan akan menyebar pada telur yang
hidup akan terinfeksi jamur yang akhirnya mengalami kematian karena respirasi telur
terganggu oleh miselium jamur.
KESIMPULAN
Protista Jamur Saprolegnia sp memiliki pengaruh yang merugikan bagi ikan air
tawar. Yaitu berperan sebagai penyakit infeksi saprolegnia pada ikan air tawar.
DAFTAR PUSTAKA
Khairiyah, Ummu dkk. Jurnal Perikanan dan Kelautan Identifikasi dan Prevalensi Jamur pada Ikan
Gurami (osphronemus gouramy) di Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang,
Jawa Tengah. Universitas Padjadjaran. Bandung
Lingga, Mela Ncoren dkk.2012. Jurnal Perikanan dan Kelautan Efektivitas Ekstrak
Bunga Kecombrang (Nicolas speciosa Horan )untuk Pencegahan Serangan Saprolegnia
sp pada Lele Sangkuriang.Universitas Padjadjaran. Bandung
Wahyuningsih, Sri
P. A. 2006. Penggunaan Formalin Untuk Pengendalian
Sapprolegniasis pada Telur Ikan Nila Merah (Oreochromis sp.)[Jurnal].Univ.
Airlangga. Surabaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar